Belajar Dari Rumah, Siswa SMA Negeri 1 Belitang: “Saya Tidak Pernah Membayangkan Akan Libur Sekolah Karena Virus”

Belitang – Virus Corona pertama terdeteksi pada akhir tahun 2019 di Wuhan, China. Virus corona atau COVID-19 merupakan virus yang sangat mudah dan cepat penyebarannya. Bahkan, COVID-19 ditetapkan oleh WHO sebagai pandemi yang artinya telah menyebar ke beberapa negara atau benua, dan umumnya menjangkiti banyak orang termasuk di Indonesia. Masuknya virus ini memaksa pemerintah untuk melakukan penanganan-penanganan agar rantai Virus Corona ini dapat terputus. Salah satu keputusan pemerintah melalui menteri pendidikan mengumumkan bahwa kegiatan belajar-mengajar harus dilaksanakan dirumah masing-masing demi kepentingan bersama.

Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, melalui surat edaran memutuskan seluruh siswa di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejurusan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri dan Swasta di Sumatera Selatan tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar di rumah masing-masing. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 23 Maret 2020 sampai dengan 4 April 2020.

Namun karena pandemi COVID-19 ini belum usai. Maka, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, pada tanggal 31 Maret 2020 kembali mengeluarkan surat edaran yang dimana di surat tersebut dijelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar di rumah diperpanjang yang semula dari tanggal 23 Maret 2020 sampai dengan 4 April 2020 diperpanjang sampai dengan 25 April 2020, sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Tidak hanya sampai disitu, pada tanggal 16 April 2020 Bupati Ogan Komering Ulu Timur mengeluarkan surat edaran tentang perpanjangan kembali penyesuaian system pembelajaran dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19, surat ini menjelaskan bahwa memperpanjang kembali pembelajaran daring di rumah masing-masing mulai tanggal 20 April 2020 sampai dengan 29 Mei 2020.


Melalui wawancara yang dilakukan Tim Redaksi Prima kepada salah satu siswa SMA Negeri 1 Belitang, Lia Anindia menuturkan Saya tidak pernah membayangkan akan libur sekolah karena virus, dan wah libur Corona banya ksekali. Tim Redaksi Prima yang mendengar itu pun tertawa. Lia Anindia juga menceritakan suka dukanya selama kegiatan SFH ini, Sukanya ya ngerjain tugas bisa sambil ngemil bisa sambil beres-beres, kalo dukanya ya sering dimarah soalnya kan tugasnya dari hp, jadi setiap ngerjain tugas tu dikira main Hp, terus sering kehabisan kuota dan kalo mau minta uang beli kuota dimarah dulu, karena dikira kuota abis karena hal yang tidak penting.


Tidak hanya Lia, beberapa siswa pun ada yang memberikan suka dukanya selama belajar di rumah, mereka sering mengeluhkan tentang kurang pahamnya terhadap materi yang diberikan oleh guru. Namun, merasa senang karena dapat menyelesaikan tugas dengan nilai yang bagus, karena dapat dapat mengakses pertanyaan di google. Tidak hanya itu dengan belajar di rumah kami dapat mengerjakannya sambil rebahan.
Pemerintah pun memfasilitasi siswa-siswi seluruh Indonesia untuk belajar melalui stasiun TV TVRI.

Siswa SMA Negeri 1 Belitang Belajar Dari Rumah
Siswa SMA Negeri 1 Belitang Belajar Dari rumah (2)

Setiap jenjang pendidikan mempuyai jadwal tayang yang berbeda-beda, seperti kemarin, Jumat 17 April 2020, jenjang SMA/SMK Sederajat berada di jam tayang 10.00-10.30 dengan materi Bendera, Lambang Negara, dan Pancasila. Kegiatan SFH (Study From Home) di SMA Negeri 1 Belitang juga dibantu dengan aplikasi-aplikasi belajar yang menarik, seperti Classroom, Sumsel Cerdas (SC), dan Quipper.

Jadi tidak ada alasan untuk kita tidak belajar dirumah masing-masing. Selain itu, para peserta didik dan tenaga pengajar juga dihimbau untuk menjaga kesehatan agar kegiatan belajar-mengajar daring tetap dapat terlaksana dengan baik.

Salam hangat kami, Redaksi Prima

Jurnalis: Dyan Syafi’i
Redaktur: Nadya Erpina Putri
Editor: Wayan Aldo Martindo

Add Comment