Muda Melawan Korupsi, Panjang Umur Pemberantasan Korupsi

Palembang – Di artikel kali ini saya akan berbagi pengetahuan yang saya dapatkan selama mengikuti Kegiatan Kemah PINTAR yang dilaksanakan tanggal 8 s.d 10 Februari lalu. Meskipun nama kegiatannya Kemah, namun tidak seperti yang dipikirkan teman-teman bahwa kegiatan ini dilaksanakan di alam bebas. Justru, kegiatan ini dilaksanakan di dalam ruangan ber-ac, tepatnya di Hotel Besk Skip Palembang.

Selain itu, teman-teman pasti berpikir PINTAR yang dimaksud di atas merupakan kemampuan intelektual. Tidak salah, tetapi lebih tepatnya PINTAR merupakan akronim dari Pelatihan Integritas Remaja. Jadi, di Kemah PINTAR ini peserta yang terdiri dari 16 orang dari 8 kabupaten di Sumatera Selatan  dilatih untuk berintegritas karena mau tidak mau, suka tidak suka anak muda hari ini akan menjadi pemimpin masa depan. Teman-teman pasti juga pernah mendengar prinsip Learn Today, Lead Tomorrow.

Oleh karena itu, di kegiatan ini dihadirkan tokoh-tokoh yang memang berkompeten seperti Kak Jialyka Maharani, anggota DPD-RI termuda dari Sumatera Selatan dan Bapak Dja’far Shodiq, Wakil Bupati OKI. Sebenarnya, peserta awal adalah 14 orang dari 7 kabupaten yang tahun ini akan melaksanakan Pilkada dengan 2 delegasi perkabupaten. Namun, karena dihadirkan Wabup OKI peserta bertambah menjadi 16 orang.

Kegiatan ini diadakan oleh South Sumatera – American Alumni Community yaitu komunitas alumni dari Sumatera Selaran yang pernah mengikuti pertukaran pelajara ke America Serikat. SS-AAC juga bekerja sama dengan Pusat Belajar Anti Korupsi – Dompet Dhuafa (PBAK-DD).

Di hari pertama, Pelatihan diberikan oleh Kak Jialyka Maharani. Menurut saya, yang paling berkesan dari Kak Jialyka adalah semangat belajarnya yang tinggi, kepedulian sosial yang baik, dan motivasinya. Kak Jialyka juga menyampaikan, “Jangan pernah menyampingkan The Power of Networking karena siapa tau kesuksesan kalian bisa jadi karena orang-orang di sekitarmu” Note: Bukan orang dalam yang dimaksud Kak Jia. Kak Jia menceritakan kalau dia mencalonkan diri sebagai anggota DPD karena dorongan dari teman-temannya di organisasinya dari daerah asalnya, Ogan Ilir.

Bertanya ke Pemateri
Mendengarkan Jawaban dari Pemateri
Bersama Kak Jialyka Maharani (Anggota DPD-RI) dan Kak Agus Burniat (Presiden SS-AAC)

Selanjutnya, di sore hari pelatihan diberikan oleh PBAK-DD dengan pemateri adalah Kak Ahsan Ramadhan, alumni UGM yang pernah menjadi Menko Eksternal BEM-KM UGM 2015. Kak Ahsan memberikan ilmu agar kita memiliki mentalitas tumbuh, yaitu mentalitas yang berani untuk berubah menjadi lebih baik dari hari ke hari meskipun hanya perubahan kecil tidak masalah. Hal ini juga merupakan poin penting yang harus dimiliki oleh pengurus organisasi khususnya pemimpin. Karena Pemimpin adalah saat kita bersamanya mimpi kita jadi lebih besar.

Malam harinya, dilanjutkan pelatihan oleh Bapak Dja’far Shodiq. Bapak Dja’far Shodiq juga menjadi pemimpin berawal dari dorongan orang-orang di sekitarnya. Dia menceritakan dulu dia diminta untuk menjadi kepala desa, tetapi tidak mau bahkan ia sampai mau pindah ke Jawa dan sudah membuat rumah di sana. Hingga akhirnya, ada seorang temannya yang menemuniya dan berkata, “Kamu bisa sukses dengan memanfaatkan hasil bumi Sumatera, tetapi setelah sukses kamu malah pergi ke Jawa dan menolak ketika diminta jadi pemimpin. Kamu ini sama saja seperti pengkhianat.” Sejak saat itu, Bapak Dja’far Shodiq mau mencalonkan diri sebagai kepala desa dengan syarat hanya satu periode.

Begitupun hingga beliau menjadi anggota DPRD Kab. OKI sampai diajak untuk menjadi wakil bupati petahana. Menurut Bapak Dja’far Shodiq orang dapat dipercaya karena ilmunya dan hasil karyanya. Selain itu, cara agar dipercaya adalah jujur, akhlak yang baik, tepat janji, dan jangan mudah marah.

Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dari SS-AAC untuk memotivasi peserta yang ingin bergabung menjadi bagian dari SS-AAC. Tentunya dengan mengikuti program pertukaran pelajar ke Amerika Serikat. Untuk teman-teman khusus kelas X yang ingin bergabung menjadi bagian SS-AAC bisa mengikuti Program YES yang pendaftarannya dimulai awal maret hingga pertengahan april nanti. For Further Information you can read in this site https://www.yesprograms.org/countries/indonesia.

Keesokan harinya pelatihan oleh Kak Ridwan Affan, Direktur PBAK-DD dia mengingatkan peserta yang notabene anak muda untuk selalu hidup berintegritas dan anti korupsi. Semua itu karena anak muda adalah masa depan bangsa. Kak Affan juga menyajikan data korupsi di Indonesia dari tahun 2001 – 2016 yaitu mencapai 206,2 triliun rupiah yang jika dimanfaatkan bisa untuk mengontrak C. Ronaldo dan L. Messi selama 258 musim pertandingan untuk Persib Bandung atau bisa untuk membangun 581.792.631 sekolah di seluruh Indonesia.

Setelah Kak Affan, Kak Ahsan kembali melatih kami dengan mengajari bagaimana cara public speaking yang baik dan benar. Kemudian malam harinya, seluruh peserta dan panpel berdiskusi membahas rencana ke depan setelah pulang dari pelatihan ini.

Menyampaikan RTL dari Kab. OKU Timur
Bersama Peserta Lain dan Kak Rangga, melambaikan salam anti korupsi

Hari Senin, 10 Februari 2020 merupakan hari terakhir pelatihan. Peserta berkunjung ke Kantor DPRD Palembang dan memiliki kesempatan untuk bertanya secara langsung tentang segala hal yang berkaitan dengan wakil rakyat.

Overall, sangat banyak ilmu yang saya dapatkan dari Kemah PINTAR ini. Mulai dari kepemimpinan berintegritas, public speaking, life skill, perilaku anti korupsi, hingga bagaimana menjadi orang yang jujur dan tanggung jawab. Akhir kata, saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu saya khususnya SMA Negeri 1 Belitang dan Bapak Nur Rohmad Saparuddin, S.Pd. yang telah membimbing saya.

Akhir kata saya ingin menyampaikan kepada teman-teman semua, “MUDA MELAWAN KORUPSI, PANJANG UMUR PEMBERANTASAN KORUPSI.”

-Grahadi Ganang Aditya-

Penyerahan Sertifikat di Kantor DPRD Palembang oleh Kak Rangga (sebelah kiri) dan Kak Agus Burniat (sebelah kanan)

Add Comment