Pro dan Kontra Tata Tertib Sekolah

Belitang, 6 januari 2020 Hari pertama pada semester genap di SMA N 1 Belitang dibuka dengan melaksanakan upacara bendera seperti biasanya seperti pada hari senin-senin semester kemarin. Tetapi pada upacara kali ini sedikit berbeda dengan upacara-upacara sebelumnya. Pada bagian pengumuman terdapat sebuah hal yang menjadi perdebatan dikalangan siswa-siswi dengan para dewan guru. Pasalnya pengumuman tersebut memuat penegasan tentang peraturan dan tata tertib di SMA N 1 Belitang. Dimana peraturan ini lebih ditegasakan terhadap pembawaan hp (handphone) android ke sekolah. Pada umumnya tata tertib yang baru dibuat ini tetap sama, hanya saja ini lebih kepada penekanan dan penegasan dari tata tertib sebelumnya. Yang menjadi perdebatannya adalah mengapa handphone tidak boleh dibawa sedangkan pada semester-semester sebelumnya siswa-siswi sudah sudah menandatangani surat izin untuk membawa handphone dengan beberapa peersyaratan. Setelah mewawancarai salah seorang guru yang juga merupakan seorang guru wakil kesiswaan, beliau menjelaskan bahwa “berdasarkan pengalaman dan laporan dari beberapa guru, siswa tidak konsisten dengan tata tertib akibat penyalahgunaan handphone tersebut dalam proses belajar mengajar di semester sebelumnya”.

Bagi siswa-siswi yang sedang berada dibangku kelas XII hal ini sedikit membatasi pergerakan mereka dalam mencari informasi-informasi tentang seputar universitas yang mereka minati atau tentang seleksi masuk perguruan tinggi tersebut. Menurut guru yang kami wawancarai “ untuk menelusuri informasi seputar universitas atau fakultas yang mereka minati tidak harus mencari pada jam pelajaran, justru diluar jam belajar banyak waktu bagi mereka dan juga bisa konsultasi dengan guru BK. Bagi siswa yang membawa handphone untuk menghubungi orang tua, handphone tersebut harus dititipkan di guru piket atau di wali kelasnya”. Dalam pembuatan peraturan ini juga ada pro kontra antar guru, ada yang setuju dengan memperbolehkan anak membawa handphone ke sekolah karena dapat membantu proses belajar mengajar. Ada juga yang tidak setuju dengan hal tersebut dikarenakan beberapa siswa yang menyalahgunakan dalam penggunaan handphone tersebut. Tetapi pada rapat tersebut sebagian besar guru tidak setuju dengan pembolehan siswa-siswinya membawa handphone tersebut.

Untuk menegakkan peraturan tersebut, bagi siswa-siswi yang ketahuan melanggar tata tertib tersebut akan diberikan sanksi sebagai berikut:

  • Pertama mendapat peringatan
  • Kedua panggilan orang tua, dan
  • Ketiga membuat surat pernyataan bahwa handphone dikembalikan saat lulus / tamat dari SMA N 1 Belitang.

Peraturan tersebut mungkin akan dilanggar oleh beberapa siswa, jadi perlu adanya himbauan / peringatan serta tindakan secara terus menerus dan berkelanjutan. Untuk menjaga agar tata tertib ini tetap berlangsung, perlu juga adanya kesadaran dari para masing-masing individu.

Narasumber: Ketut Sudiarte S. Pd

Jurnalistis: G.A.P Nanda Riasticha

Redaktur: Wayan Dyego Satyawan

Add Comment